TUGAS KIMIA
ELEKTROKIMIA
XI TKJ
1
OLEH :
1. Rezanda
Eka Nugroho
2.
Sigit Dwi Cahyo
3. M.Rizki Kurniawan
4. Rama Andika Putra
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis penjatkan kehadirat Allah SWT, yang atas rahmat-Nya Saya dan rekan-rakan dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “TUGAS KIMIA ELEKTROKIMIA”.
3. M.Rizki Kurniawan
4. Rama Andika Putra
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis penjatkan kehadirat Allah SWT, yang atas rahmat-Nya Saya dan rekan-rakan dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “TUGAS KIMIA ELEKTROKIMIA”.
Penulisan tugas adalah
merupakan salah satu tugas dan persyaratan untuk menyelesaikan tugas remedial mata pelajaran KIMIA.
Dalam Penulisan
tugas ini penulis
merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun
materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu kritik dan
saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan TUGAS ini.
PENDAHULUAN
1. LATAR BELAKANG
PENDAHULUAN
1. LATAR BELAKANG
Sel
elektrolisis merupakan pemanfaatan arus listrik untuk menghasilkan reaksi
redoks. Oleh karena itu, elektrolisis adalah proses penguraian suatu senyawa
dengan pengaliran arus listrik yang melaluinya. Dalam elektrolisis, terjadi
perubahan energy listrik menjadi energy kimia. Sel elektrolisis merupakan
kebalikan dari sel volta karena listrik digunakan untuk melangsungkan reaksi
redoks tak spontan. Proses elektrolisis dimulai dengan masuknya electron dari
arus listrik searahke dalam larutan melalui kutub negative. Spesi tertentu atau
ion yang bermuatan positif akan menyerap electron dan mengalami reaksi reduksi
di katoda. Spesi yang lain atau ion bermuatan negative akan melepas electron
dan mengalami reaksi oksidasi di kutub positif atau anoda. Elektroda positif
dan negative pada sel elektrolisis ditentukan oleh sumber arus listrik. Jenis
elektroda yang digunakan dalam proses elektrolisis sangat berpengaruh pada
hasil elektrolisis. Elektroda dapat dibedakan menjadi dua berdasarkan
keaktifannya, yaitu elektrodatidak aktif (tidak ikut bereaksi atau inert)
seperti C, Pt, dan elektroda aktif (ikut bereaksi atau tidak inert, selain C,
Pt) pada proses elektrolisis. Pada proses elektrolisis dengan elektroda aktif
berlangsung reaksi elektroda dan reaksi elektrolit, sedangkan proses
elektrolisis dengan elektroda inert hanya berlangsung reaksi elektrolitnya
saja. Jika dalam elektrolisis digunakan elektrolit berupa larutan, maka reaksi
yang terjadi tidak hanya melibatkan ion-ion d alam larutan, tapi juga air. Hal
tersebut menyebabkan terjadinya kompetisi antara ion dengan molekul pelarutnya
atau ion-ion lain dalam larutan pada saat mengalami reaksi di anoda dan katoda.
Spesi yang memiliki E0 lebih besar akan menang dalam kompetisi tersebut.
2.
RUMUSAN MASALAH
1)
Apakah definisi
dan pengertian elektrokimia?
2)
Bagaimanakah
penggabungan antara elektrokimia dan fotovotaik?
3.
TUJUAN
Berdasarkan beberapa uraian diatas,
maka ada beberapa tujuan yang akan diperoleh dari penyusunan makalah ini.
Tujuan – tujuan tersebut antara lain :
1)
Pembaca dapat
mengerti bahwa elektrokimia itu adalah ilmu yang mempelajari aksi antara
sifat-sifat listrik dengan reaksi kimia.
2)
Juga mengetahui
bahwa elektrokimia juga bisa digabungkan dengan fotovoltaik.
4.
MANFAAT
Penulisan makalah ini diharapkan dapat
memberikan manfaat yang sebesar – besarnya, yaitu antara lain :
a)
Bagi Pembaca
Setelah membaca makalah ini diharapkan
para pembaca mengerti ilmu tentang elektrokimia.
b)
Bagi penulis
Diharapkan dengan adanya makalah ini
bukan hanya makalah ini saja yang akan disusun oleh penulis, tetapi diharapkan
akan muncul makalah – makalah yang lain yang lebih berguna lagi bagi semua
pihak yang membacanya, terutama bagi para pembaca
PEMBAHASAN
DEFINISI ELEKTROKIMIA
Definisi elektrokimia adalah ilmu yang mempelajari aksi antara sifat-sifat listrik dengan reaksi kimia. Misalnya perubahan energy kimia menjadi energy listrik pada elemen elektrokimia, reaksi oksidasi-oksidasi secara spontan pada elemen yang dijadikan sumber arus listrik, dan perpindahan electron dan perpindahan electron dalam larutan elektrolit dan terjadi pada aki.
Elektrokimia ini dikenal dengan dalam bahasa inggrisnya adalah electo chemistry. Definisi elektrokimia adalah ilmu yang mempelajari aksi antara sifat-sifat listrik dengan reaksi kimia. Misalnya perubahan energy kimia menjadi energy listrik pada elemen elektrokimia, reaksi oksidasi-oksidasi secara spontan pada elemen yang dijadikan sumber arus listrik, dan perpindahan electron dan perpindahan electron dalam larutan elektrolit dan terjadi pada aki. Elektrokimia ini dikenal dengan dalam bahasa inggrisnya adalah electro chemistry.
Adapun berbagai definisi elektrokimia lainnya yaitu
Definisi elektrokimia adalah ilmu yang mempelajari aksi antara sifat-sifat listrik dengan reaksi kimia. Misalnya perubahan energy kimia menjadi energy listrik pada elemen elektrokimia, reaksi oksidasi-oksidasi secara spontan pada elemen yang dijadikan sumber arus listrik, dan perpindahan electron dan perpindahan electron dalam larutan elektrolit dan terjadi pada aki.
Elektrokimia ini dikenal dengan dalam bahasa inggrisnya adalah electo chemistry. Definisi elektrokimia adalah ilmu yang mempelajari aksi antara sifat-sifat listrik dengan reaksi kimia. Misalnya perubahan energy kimia menjadi energy listrik pada elemen elektrokimia, reaksi oksidasi-oksidasi secara spontan pada elemen yang dijadikan sumber arus listrik, dan perpindahan electron dan perpindahan electron dalam larutan elektrolit dan terjadi pada aki. Elektrokimia ini dikenal dengan dalam bahasa inggrisnya adalah electro chemistry.
Adapun berbagai definisi elektrokimia lainnya yaitu
1. Elektrokimia adalah cabang kimia
yang mempelajari reaksi kimia yang berlangsung dalam larutan pada antarmuka
konduktor elektron (logam atau semikonduktor) dan konduktor ionik (elektrolit),
dan melibatkan perpindahan elektron antara elektroda dan elektrolit atau
sejenis dalam larutan.Jika reaksi kimia didorong oleh tegangan eksternal, maka
akan seperti elektrolisis, atau jika tegangan yang dibuat oleh reaksi kimia
seperti di baterai, maka akan terjadi reaksi elektrokimia. Sebaliknya, reaksi
kimia terjadi di mana elektron yang ditransfer antara molekul yang disebut
oksidasi / reduksi (redoks) reaksi. Secara umum, elektrokimia berkaitan dengan
situasi di mana oksidasi dan reduksi reaksi dipisahkan dalam ruang atau waktu, dihubungkan
oleh sebuah sirkuit listrik eksternal.
2. Elektrokimia adalah ilmu tentang
hubungan antara senyawa listrik dan kimia. Elektrokimia merupakan studi yang
mempelajari bagaimana reaksi kimia dapat menimbulkan tegangan listrik dan
tegangan listrik terbalik dapat menyebabkan reaksi kimia dalam sel
elektrokimia. Konversi energi dari bentuk kimia ke bentuk listrik dan
sebaliknya adalah inti dari elektrokimia. Ada dua jenis sel elektrokimia, yaitu
sel galvanik dan elektrolit. Sel galvanik adalah sel yang menghasilkan tenaga
listrik ketika sel mengalami reaksi kimia sedangkan Sel elektrolit adalah sel
yang mengalami reaksi kimia ketika tegangan listrik diterapkan. Elektrolisis
dan korosi adalah contoh dari proses penting seperti yang ada pada elektrokimia.
Prinsip-prinsip dasar elektrokimia didasarkan pada rasio tegangan antara dua
zat dan memiliki kemampuan untuk bereaksi satu sama lain. Semakin lama logam
dalam elemen galvanik yang terpisah dalam seri tegangan elektrokimia, semakin
kuat listrik akan terekstrak. Teori Elektro-kimia dan metode elektrokimia
memiliki aplikasi praktis dalam teknologi dan industri dalam banyak cara.
Penemuan dan pemahaman reaksi elektrokimia telah memberikan kontribusi untuk
mengembangkan sel bahan bakar dan baterai, dan pemahaman logam relatif terhadap
satu sama lain dalam elektrolisis dan korosi.
3. Elektrokimia
adalah cabang kimia yang mempelajari reaksi kimia dalam larutan melibatkan
konduktor (logam atau semikonduktor) dan konduktor ionik (elektrolit), yang
melibatkan pertukaran elektron antara elektroda dan elektrolit. Bidang Ini
mencakup bidang ilmiah yaitu proses kimia yang melibatkan semua perpindahan
elektron antar zat, sehingga transformasi energi kimia menjadi energi listrik.
Ketika proses ini terjadi, menghasilkan perpindahan elektron yang terjadi
secara spontan dan memproduksi arus listrik ketika terhubung ke sebuah sirkuit
listrik, memproduksi atau perbedaan potensial antar dua kutub, disebut sel atau
baterai (yang sering terdiri dari beberapa sel). Ketika proses ini terjadi dan
disebabkan oleh aksi arus listrik dari sumber eksternal, proses ini disebut
elektrolisis.
4. Elektrokimia adalah cabang kimia yang mempelajari perpindahan antara energi listrik dan energi kimia. Dengan kata lain, reaksi kimia yang terjadi pada antarmuka konduktor listrik (disebut elektroda yang dapat menjadi logam atau semikonduktor) dan konduktor ionik (elektrolit) dapat menjadi solusi dan dalam beberapa kasus khusus, zat padat . Jika reaksi kimia didorong oleh beda potensial maka, secara eksternal disebut elektrolisis. Namun, jika penurunan potensi listrik dibuat sebagai hasil dari reaksi kimia, yang dikenal sebagai "daya baterai", juga disebut sel baterai atau galvanik. Reaksi kimia yang menghasilkan perpindahan elektron antara molekul yang dikenal sebagai reaksi redoks, dan pentingnya dalam elektrokimia sangat penting, karena melalui reaksi tersebut dilakukan proses yang menghasilkan listrik atau sebaliknya, yang diproduksi sebagai konsekuensinya. Secara umum, studi elektrokimia menangani situasi di mana terdapat reaksi oksidasi-reduksi ditemukan dipisahkan secara fisik atau sementara, berada di lingkungan yang terhubung ke sebuah sirkuit listrik. Penelitian yang terakhir adalah kimia analitik dalam subdiscipline dikenal sebagai analisispotensiometri PENGERTIANELEKTROKIMIA
4. Elektrokimia adalah cabang kimia yang mempelajari perpindahan antara energi listrik dan energi kimia. Dengan kata lain, reaksi kimia yang terjadi pada antarmuka konduktor listrik (disebut elektroda yang dapat menjadi logam atau semikonduktor) dan konduktor ionik (elektrolit) dapat menjadi solusi dan dalam beberapa kasus khusus, zat padat . Jika reaksi kimia didorong oleh beda potensial maka, secara eksternal disebut elektrolisis. Namun, jika penurunan potensi listrik dibuat sebagai hasil dari reaksi kimia, yang dikenal sebagai "daya baterai", juga disebut sel baterai atau galvanik. Reaksi kimia yang menghasilkan perpindahan elektron antara molekul yang dikenal sebagai reaksi redoks, dan pentingnya dalam elektrokimia sangat penting, karena melalui reaksi tersebut dilakukan proses yang menghasilkan listrik atau sebaliknya, yang diproduksi sebagai konsekuensinya. Secara umum, studi elektrokimia menangani situasi di mana terdapat reaksi oksidasi-reduksi ditemukan dipisahkan secara fisik atau sementara, berada di lingkungan yang terhubung ke sebuah sirkuit listrik. Penelitian yang terakhir adalah kimia analitik dalam subdiscipline dikenal sebagai analisispotensiometri PENGERTIANELEKTROKIMIA
Eletrokimia adalah kajian reaksi redoks yang dilaksanakan sedemikian rupa sehingga di
dalam system itu dapat ditentukan potensial listrik yang dapat diukur. Di dalam
sebuah sel volta sebuah reaksi redoks spontan membangkitkan arus listrik yang
mengalir lewat rangkaian luar. Semua sel elektrokimia harus mempunyai rangkaian
dalam, ion dapat mengalir dalam bentuk ionnya berdifusi. Beberapa tipe sel
tertentu menggunakan jembatan garam untuk maksud tertentu. Dalam masing-masing
sel oksidasi berlanngsung pada anoda dan reduksi berlangsung pada katoda.
Elektrolisis adalah suatu proses dimana reaksi kimia terjadi pada elektroda
yang tercelup dalam elektrolit. Ketika tegangan diberikan kepada elektroda itu.
Elektroda yang bermuatan positif disebut anoda dan elektroda yang bermuatan
negative disebut katoda. Elektroda seperti platina yang hanya mentransfer
electron dari larutan disebut electron inert. Elektroda reaktif adalah
elektroda yang secara kimia memasuki reaksi elektroda selama elektrolisis,
terjadilah reduksi terhadap katoda dan oksidasi pada anoda. Gambaran umum tipe
reaksi elektroda dapat diringkas sebagai berikut:
a. Arus listrik yang membawa ion akan diubah pada elektroda
b. Ion negative yang sulit dibebaskan pada katoda menyebabkan pengurangan H2O
dan pembentukan H2 dan OH- dan absorpsi electron.
c. Ion negative yang sulit dibebaskan pada anoda menyebabkan pengurangan H2O
dan electron.
Sel galvani menghasilkan arus listrik bila reaksi
berlangsung spontan. Sel elektrolit menggunakan elektrolit untuk menghasilkan
perubahan kimia.
Proses elektrolisis meliputi pendorongan arus listrik melalui sel untuk
menghasilkan perubahan kimia dimana potensi potensial sel adalah negative.
Elektrolisis adalah peristiwa penguraian suatu elektrolit oleh suatu arus
listrik. Jika dalam sel volta energy kimia diubah menjadi energy listrik, maka
dalam sel elektrolisis yang terjadi adalah sebaliknya, yaitu energy listrik
diubah menjadi energy kimia. Dengan mengalirkan arus listrik ke dalam suatu
larutan atau leburan elektrolit,akan diperoleh reaksi redoks yang terjadi dalam
sel elektrolisis. Factor yang menentukan reaksi kimia elektrolisis antara lain:
konsentrasi elektrolit yang berbeda ada yang bersifat inert dan tidak inert.
Hasil elektrolisis dapat disimpulkan; reaksi pada katoda ada K+, Ca2+, Na+,
H+.dari asam dan logam lain (Cu2+), reaksi pada anoda, untuk anoda inert,ada
OH-, Cl-, Br-, dan I-, dan sisa asam lainnya serta anoda tidak inert (bukan
Pt,dan C ). Dalam elektrolisis, sumber aliran listrikdigunakan untuk mendesak
electron agar mengalir dalam arah yang berlawanan dengan aliran spontan.
Hubungan antara jumlah energy listrik yang dikonsumsi dan perubahan kimia yang
dihasilkan dalam elektrolisis merupakan salah satu persoalan penting yang
dicarikan jawabannya oleh Michael Faraday(1792-1867).
Hukum Faraday pertama tentang
elektrolisis menyatakan bahwa “jumlah perubahan kimia yang dihasilkan sebanding
dengan besarnya muatan listri yang melewati suatu elektrolisis”. Hokum kedua
“sejumlah tertentu arus listrik menghasilkan jumlah ekivalen yang sama dari
benda apa saja dalam suatu elektrolisis”. Untuk menginduksi arus agar mengalir
melewati sel elektrokimia, dan menghasilkan reaksi sel non-spontan, selisih
potensial yang diberikan harus melebihi potensial arus nol, sekurang-kurangnya
sebesar potensial lebih sel, yaitu jumlah potensial ubin pada kedua elektroda
dan penurunan Ohm(l x R) yang disebabkan oleh arus yang melewati elektrolit.
Potensial tambahan yang diperlukan untuk mencapai laju reaksi yang dapat
terdeteksi, mungkin harus besar, jika rapatan arus pertukaran pada elektrodanya
kecil, bengan alas an yang sama, sel galvani menghasilkan potensial lebih kecil
dari pada kondisi arus nol.
Penggabungan Elektrokimia dan Fotovoltaik untuk membersihkan Reaksi Oksidasi
Penggabungan Elektrokimia dan Fotovoltaik untuk membersihkan Reaksi Oksidasi
- Dalam sebuah reaksi oksidasi, sebuah elektron
dibuang dari sebuah molekul. Namun elektron tersebut harus dipindah entah
kemana, jadi setiap reaksi oksidasi dipasangkan dengan reaksi reduksi, dimana
sebuah elektron ditambahkan pada molekul kedua.
Masalahnya,
kata Kevin Moeller, Profesor Kimia Universitas Washington, adalah “molekul kedua adalah
produk sampingan; ia bukan sesuatu yang kita inginkan.”
Sebagai
contoh, kata beliau, adalah oksidasi alkohol industri yang menggunakan kromium
oksidan untuk mengubah alkohol menjadi keton. Dalam proses ini, kromium, yang
awalnya kromium VI, mengambil elektron dan menjadi kromium IV. Kromium IV
adalah produk limbah reaksi oksidasi.
Dalam
kasus ini, ada solusi parsial. Natrium periodat digunakan untuk mendaur ulang
kromium IV yang sangat beracun. Sebagai garam, natrium periodat berdisosiasi
dalam larutan dan ion periodat (atom yodium dengan oksigen-oksigen menempel)
berinteraksi dengan kromium, mengembalikannya ke kondisi oksidasi awal.
Ada cara
lain melakukannya. “Elektrokimia dapat mengoksidasi molekul-molekul dengan
potensial oksidasi apapun, karena tegangan elektroda dapat disetel, atau saya
dapat menjalankan reaksi sedemikian hingga ia menyetel dirinya sendiri. Jadi
saya memiliki banyak waktu luang untuk melakukan hal-hal lain,” kata Moeller.
Lebih
jauh, produk sampingan oksidasi elektrokimia adalah gas hidrogen, jadi ini
adalah proses yang bersih.
Namun ada
juga masalah. Elektrokimia hanya dapat sehijau sumber listriknya. Bila reaksi
oksidasinya bersih, tapi listriknya datang dari pembangkit listrik berbahan
bakar fosil, masalahnya tidak lenyap, hanya dipindahkan.
Jawabannya
adalah menggunakan energi terbersih yang mungkin ada, energi surya yang
ditangkap oleh sel fotovoltaik, untuk menjalankan reaksi elektrokimia.
“Itulah
yang dijelaskan dalam artikel dalam Green Chemistry,” kata Moeller. “Ini
adalah makalah yang jelas mengatakan kalau ini mudah dilakukan, dan hasilnya
sama dengan reaksi yang tidak memakai fotovoltaik, jadi reaksi kimia tidak
perlu diubah.”
Artikel di Green Chemistry
menunjukkan metodenya dengan secara langsung mengoksidasi molekul-molekul di
elektroda. Tidak ada reaktan kimia yang digunakan. Semenjak menulis artikel
ini, kelompok Moeller telah mempelajari bagaimana elektrokimia bertenaga surya
dapat digunakan untuk mendaur ulang oksidan kimia secara bersih.
“Kita
tidak dapat menjadikan semua sintesis kimia lebih bersih dengan memasukkan
tenaga surya pada elektrokimia,” kata Moeller, “namun kita dapat memperbaiki
reaksi oksidasi yang digunakan orang. Dan mungkin ini akan menginspirasi orang
lain untuk memunculkan solusi-solusi sederhana dan inovatif pada tipe reaksi
lain yang menarik minat mereka.”
PENUTUP
1.
KESIMPULAN
a.
Definisi elektrokimia adalah ilmu yang mempelajari aksi antara sifat-sifat
listrik dengan reaksi kimia. Misalnya perubahan energy kimia menjadi energy
listrik pada elemen elektrokimia, reaksi oksidasi-oksidasi secara spontan pada
elemen yang dijadikan sumber arus listrik, dan perpindahan electron dan
perpindahan electron dalam larutan elektrolit dan terjadi pada aki.
Eletrokimia adalah kajian reaksi redoks yang
dilaksanakan sedemikian rupa sehingga di dalam system itu dapat
ditentukan potensial listrik yang dapat diukur.
b. Dalam sebuah reaksi oksidasi, sebuah elektron dibuang dari sebuah
molekul. Namun elektron tersebut harus dipindah entah kemana, jadi setiap
reaksi oksidasi dipasangkan dengan reaksi reduksi, dimana sebuah elektron
ditambahkan pada molekul kedua.
2.
SARAN
Dalam penulisan atau pembuatan makalah ini ada beberapa saran yang dapat
dicantumkan disini. Menurut pengertian elektrokimia ini, kajian reaksi
redoks yang dilaksanakan sedemikian rupa sehingga di dalam system itu dapat
ditentukan potensial listrik yang dapat diukur. Saya sarankan para pembaca
lebih mengerti dan mempelajari materi tentang elektro kimia, karena dalam
makalah ini pasti masih banyak kekurangannya dalam materinya.
DAFTAR PUSTAKA
www.jkt48.com – verzax991.blogspot.com
0 komentar:
Posting Komentar